Saturday, 21 September 2013

Renungan Harian SEPERTI EMAS

Bacaan: Ayub 23:1-17
Bacaan setahun: Yeremia 49-50

Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.
(Ayub 23:10)

Emas termasuk logam mulia, yaitu logam yang tahan terhadap oksidasi dan korosi (karat). Berbeda dengan kayu yang menjadi abu bila di bakar, emas tetap bertahan dalam kobaran api. Hanya wujudnya yang mencair pada suhu sekitar 1000 derajat celcius.

Ayub menggambarkam pengalaman dan ujian hidupnya sebagai proses pemurnian emas (ay. 10). Ia juga menyadari hidup ini penuh misteri, termasuk fakta bahwa Allah itu hidup dan sedang menguji dirinya.

Seolah-olah, Ayub berkata kepada sahabatnya, "Hai Elifas, Bildad, dan Zofar, sekalipun aku mampu menemukan hadirat Allah, aku yakin Dia hidup, dan mengetahui jalan hidupku. Dia tahu jalan yang kutempuh. Aku percaya kepadaNya. Setelah ujian ini berlalu, Dia akan membenarkan aku, sebab Ia tahu bagaimana aku hidup dihadapanNya. Aku akan timbul seperti emas yang sudah teruji oleh api pencobaan. Aku bersaksi bahwa aku menuruti jalanNya, dan firmanNya aku simpan dalam hatiku." (ay 8-12)

Kisah penderitaan Ayub ini dimaksudkan untuk mengajarkan kepada kita bahwa akan selalu ada rencana terbaik dibalik setiap ujian hidup yang Tuhan ijinkan menimpa kita.Cara Ayub memandang persoalan mengajarkan kita bahwa Tuhan memegang kendali kehidupan kita. Hidup kita ibarat emas dan begitu berharga dimata Tuhan. Jika Tuhan 'membakar' hidup kita, Dia tidak bermaksud menghancurkannya. Sebaliknya, Dia ingin mendapati kualitas iman yang teruji, yang murni, sebuah kehidupan yang tanpa cela di hadapanNya.

No comments:

Post a Comment